Hormatku terhadap orang-orang desa Merangkak dari lorong ke lorong Berjalan setapak demi setapak Dengan modal pakaian kumuh yang tertatah rapi Kuarungi ganasnya kota, demi cita-cita Semuanya berantakan, hancur, rusak Saat sikota menghampiri orang desa Hei kamu, sibau jelek hancur bodoh miskin Sempurna kejelekan sidesa saat itu Wajah memerah tapi tak bisa berbuat apa-apa Maklum orang tua sikota besar, hebat, serta dikenal semua orang dikota Cukup niat kulafaskan dalam hati Mari kumpul teman-temanku dari desa Kita buktikan sama orang kota yang sombong, angkuh, serta sok hebat ini Biar dia sadar apakah kehidupannya sekarang memang beruntung atau diuntungkan # sajak ini tertuang berdasarkan keluahan dan perasaan beberapa teman-teman serta senior-senior yang mengalmi syok serta keanehan dalam mengenal orang – orang kota. Terlebih bagi mereka yang memilki kehidupan yang layak di tengah harta dari keluarganya. Pada akh...